Jakarta Minat destinasi wisatawan dunia kini bergeser ke kawasan pegunungan. Berdasarkan laporan terbaru dari Expedia, Hotels.com, dan Vrbo, Big Sky di Montana, Amerika Serikat, menempati posisi teratas sebagai destinasi wisata paling populer tahun 2026.
Laporan tersebut memuat daftar 10 destinasi wisata global terpopuler yang diukur dari peningkatan pencarian tiket pesawat dan akomodasi oleh 24.000 wisatawan selama setahun terakhir.
Melanie Fish, pakar perjalanan dari Expedia Group, menyebut bahwa Big Sky tampak seperti destinasi baru, padahal tempat wisata ini sudah lama dikenal sebagai pusat kegiatan alam kelas dunia. Saat musim dingin, tempat ini menjadi lokasi favorit wisatawan untuk bermain ski dan snowboard.
Sementara saat musim panas, kegitan mendaki, bersepeda gunung, hingga arung jeram menjadi agenda populer di tempat wisata itu. Ia menambahkan, daya tarik Big Sky juga diperkuat dengan perkembangan pilihan kuliner, fasilitas keluarga, serta beragam acara komunitas dan budaya.
Berikut daftar 10 destinasi wisata global paling populer tahun 2026 dan jumlah kenaikan minat pencariannya, dikutip dari CNBC, Selasa (28/10/2025),
1. Big Sky, Montana, AS – naik 92%
2. Okinawa, Jepang – naik 71%
3. Sardinia, Italia – naik 63%
4. Phu Quoc, Vietnam – naik 53%
5. Savoie, Prancis – naik 51%
6. Fort Walton Beach, Florida, AS – naik 45%
7. Ucluelet, Kanada – naik 44%
8. Cotswolds, Inggris – naik 39%
9. San Miguel de Allende, Meksiko – naik 30%
10. Hobart, Australia – naik 25
Okinawa Jadi Pesaing Terkuat

Lonjakan kunjungan ke Jepang dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh pelemahan yen dan pencabutan pembatasan Covid-19. Meski begitu, beberapa kota seperti Kyoto mulai menerapkan pajak wisata untuk menekan kepadatan pengunjung.
Dilansir dari CNBC, Expedia menilai Okinawa layak mendapat sorotan karena memenuhi standar “Smart Travel Health Check” dari Dewan Dunia untuk Perjalanan dan Pariwisata (WTTC). Wilayah ini berhasil menawarkan pengalaman wisata alam dan budaya tanpa perlu menghadapi kepadatan berlebih seperti di kota besar lainnya.
Fish menjelaskan, Expedia tidak menentukan destinasi mana yang harus dikunjungi, tetapi berperan untuk memberi informasi tentang daerah yang menerapkan praktik wisata berkelanjutan. Ia mencontohkan Okinawa yang telah menerapkan langkah-langkah ramah lingkungan, seperti restorasi terumbu karang dan penggunaan energi terbarukan menuju ekonomi rendah karbon. Pemerintah setempat juga menjaga warisan budaya serta menyediakan pengalaman edukatif bagi para pengunjung.
Sardinia, Maladewa Versi Eropa

Posisi ketiga ditempati Sardinia, alternatif baru bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Italia di luar kawasan Roma, Florence, atau Venesia. Pulau terbesar kedua di Laut Mediterania ini dikenal dengan sebutan “Maladewa-nya Eropa” berkat pantai-pantainya yang menawan.
Dikutip dari CNBC, sebagian wilayah di destinasi wisata ini termasuk dalam “Blue Zone”, yakni area di dunia dengan angka harapan hidup tinggi berkat pola makan sehat, bahan makanan segar, serta hubungan sosial yang erat.
Fish menyebut “Perjalanan ke Sardinia memang membutuhkan usaha yang sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan perjalanan ke destinasi yang sudah akrab bagi kita, seperti Roma atau Florence.”Namun, ia menambahkan bahwa banyak wisatawan yang menilai perjalanan tersebut sepadan dengan pengalaman yang ditawarkan, mulai dari pantai yang indah, kuliner dengan cita rasa khas, dan bentang alam yang beragam.
“Ada garis pantai yang menakjubkan, bagian tengah berupa pegunungan, dan kota-kota kecil yang memesona,” lanjutnya. “Itulah tiga hal utama yang paling dicari wisatawan”.
0 Comments